'Catatan Kontemplasi'

Pelajaran! Pengalaman Pahit Dengan Asuransi


Mungkin pengalaman saya dengan asuransi ini bisa jadi pelajaran bagi para nasabah asuransi lain. Atau mungkin apa yang saya alami ini hanya salah satu dari sebagian besar dari apa yang pernah dialami orang lain sebagai nasabah, khususnya asuransi kesehatan.

Berawal ketika istri saya ingin melakukan cek kehamilan jelang persalinan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Menjelang persalinan, ternyata istri saya didiagnosa oleh dokter mengalami pre eclamsia. Singkatnya, pre eclamsia memberikan resiko yang tinggi bagi keselamatan si Ibu untuk melakukan persalinan karena tensi atau tekanan darah yang tinggi. Alhasil, sejumlah dokter spesialis pun dilibatkan (dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis kandungan) untuk menolong nyawa istri saya.

Alhamdulillah, dari kerja keras para dokter istri saya pun bisa melakukan persalinan dengan normal dan selamat meski tetap mengalami pendarahan dan harus menerima transfusi darah. Sang bayi pun sehat walafiat.

Selama proses perawatan menjelang persalinan, saya terus berkoordinasi dengan pihak kantor (HCD) untuk memastikan penanggungan biaya. Seperti yang tertulis di dalam buku panduan asuransi ACA yang digunakan oleh seluruh karyawan di kantor tempat saya bekerja. Perusahaan asuransi yang cukup besar menurut saya.

Di dalam buku panduan dan list benefit pihak asuransi, tertulis bahwa KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN MELAHIRKAN memiliki budget sendiri per tahun sebesar Rp 15.000.000,-. Melihat keterangan tersebut, asumsi saya bahwa apa yang istri saya alami juga turut ditanggung oleh pihak ACA.





Namun, tiga bulan kemudian justru kantor saya memberikan excees claim dari pihak ACA. Menyatakan bahwa biaya perawatan istri saya tidak ditanggung sepenuhnya, tetapi hanya dikenakan biaya persalinan normal. Pada akhirnya, dari biaya total perawatan dan persalinan istri saya sebesar kurang lebih Rp 15.000.000,- hanya dicover Rp 7.000.000,- saja. Dan sisanya wajib dibayar sendiri oleh saya.

Kecewa dengan keputusan tersebut, saya coba mengkonfirmasi dengan pihak ACA yang kemudian diminta untuk menghubungi pihak konsultan yakni Bu Neni. Ketika saya menghubungi Bu Neni melalui telepon, menurutnya pihak ACA tidak menanggung biaya komplikasi persalinan, tetapi hanya komplikasi kehamilan.

Saya makin bingung, padahal dalam buku panduan jelas tertulis KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN MELAHIRKAN memiliki budget sendiri per tahun sebesar Rp 15.000.000,-. Apalagi dalam pasal yang terdapat di buku panduan tertulis: Menjamin komplikasi kehamilan (eclamsia, pre eclamsia, hyperemesis gravidarum, placentaprevia, abortus imminens, ectopic pregnancy disorder, shirodkar) dan juga komplikasi setelah melahirkan dalam limit komplikasi kehamilan.



Dari keterangan pasal di atas sangat jelas tertulis terdapat diagnosa penyakit istri saya, yakni pre eclamsia. Namun, pihak konsultan yakni Bu Neni tetap mengatakan bahwa tidak ada benefit untuk komplikasi melahirkan meski sudah saya tunjukkan buku panduan dari asuransi ACA. Ketika saya cek keterangan online asuransi ACA ternyata benefit komplikasi kehamilan tersebut telah direvisi?? Padahal buku panduan dan print out dari ACA dimiliki oleh seluruh karyawan.

Pada akhirnya, saya tetap tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Sementara saya harus melunasi biaya excees claim dengan proses potong gaji selama 18 bulan. Apakah seperti itu bahasa asuransi untuk mengiming-imingi orang agar mau menjadi nasabahnya??

Share :

Facebook Twitter Google+
1 Komentar untuk "Pelajaran! Pengalaman Pahit Dengan Asuransi"

The Best Casino Site In The World
Best Casino Site in the World · PlayOK. The biggest site in the world · Betfair. Great choice for punters in online betting · Paddy Power · VBET. luckyclub Top site for

Back To Top